PANGKALAN BUN/TABENGAN.CO.ID – Penduduk Desa Karang Mulya, Kecamatan Pangkalan Banteng, gempar menyusul terjadinya penganiayaan brutal Nan dikerjakan oleh mantan suami terhadap mantan istri sirimnya, Sabtu (13/6/2026) sunyi. Dimana korban bukan saja dipukuli berbarengan kayu tetapi dibakar Hayati-Hayati.
Kapolres Kotawaringin Barat AKBP Theodorus Priyo Santosa melalui Kapolsek Pangkalan Banteng Iptu Agung Sugiharto, mengakui atas peristiwa tersebut, ketika ini korban dirujuk ke Griya Sakit Hanau ciptakan penanganan intensif.
Korban Nan berinisial SJ (30) bekerja di Kedai Mampir Angkringan sebelah warung bakso rudal Rt22/01, merupakan mantan istri siri dari pelaku Nan berinisial SR.
Agung memaparkan kronologis kejadiannya, Sekeliling pukul 18.30 WIB, ketika korban sedang berjualan mendadak didatangi pelaku Nan ketika itu terlihat Melangkah kaki dari arah Indomaret dan terjadi cekcok Nan sengit antara pelaku dan korban.
“mendadak pelaku memukuli kepala korban berbarengan kayu, dan disinyalir menyiramkan BBM ke tubuh korban hingga kobaran api membakar tubuh korban. Korban pun berlari segera Sembari minta tolong, Fana pelaku lari ke arah Indomaret,” ucapan Agung Sugiharto, Pekan (14/6/2026).
Lanjutnya, menyimak Bunyi teriakan dari korban, Penduduk berdatangan dan sempat mengejar pelaku, dan kemudian pelaku kabur berbarengan memanfaatkan sepeda motor arah Simpang Dinamika.
“Penduduk Nan berdatangan Berjuang ciptakan memberikan pertolongan kepada korban berbarengan memadamkan api Nan membakar tubuh korban, setelah api padam korban pun diajak ke Puskesmas Karang Mulya, dikarenakan korban merasakan luka bakar Nan sangat serius yakin penuh Sekeliling 80 persen, ujungnya korban dirujuk ke Griya Sakit Hanau,” ujar Agung Sugiharto.
Agung menyambung hingga ketika ini Polsek Pangkalan Banteng inti melaksanakan pengejaran terhadap pelaku, ciptakan barang data telah tercapai dikumpulkan. Fana ciptakan motif atas tindakan sadis Nan dikerjakan pelaku lantaran pelaku mengalami sakit batin lantaran di tidak berbarengan oleh mantan istri sirihya yulia/jsi-red
artikel Views: 100