Ringkasan Warta:Putri Hensy Aprilda (22), pekerja migran Usul Aceh Tamiang, disinyalir sebagai korban pembunuhan di Malaysia ketika sedang hamil. 

 

Menurut Haji Uma, korban disinyalir merasakan penyiksaan hingga melahirkan prematur, Fana bayinya juga meninggal Bumi. 

 

Putri terdeteksi tewas di Sepang, Selangor, dan kasusnya sekarang ditangani Kepolisian Diraja Malaysia. Seorang tersangka telah diamankan, Fana keluarga korban menanti alur aturan dan keadilan.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Personil DPD RI Usul Aceh, Sudirman atau Haji Uma menyingkap kronologi permulaan dugaan pembunuhan sadis terhadap Putri Hensy Aprilda (22), pekerja migran Usul Aceh Tamiang, dan bayinya di Malaysia.

Menurut Haji Uma, informasi permulaan mengenai kasus itu diraih dari KBRI Kuala Lumpur Nan mengabarkan Eksis dua Penduduk Aceh meninggal Bumi di Selangor, Malaysia.

Belakangan, pihak kepolisian Diraja Malaysia diungkap telah menangkap tersangka dan mendalami motif pembunuhan Nan Fana dikaitkan berbarengan persoalan utang-piutang.

“Pihak KBRI telah memaparkan bahwa pelaku telah diamankan dan persoalan Fana Nan dituduhkan Ialah utang piutang,” ucapan Haji Uma di Griya keluarga almarhumah di Kampung Pantaibalai, Kecamatan Seruway, Aceh Tamiang, Rabu (24/6/2026).

lafal juga: Haji Uma bongkar bukti Pilu Pembunuhan Penduduk Aceh di Malaysia: Perut Dipijak Tiba Bayinya melangkah keluar

Haji Uma menyebut pembunuhan terhadap Putri disinyalir terwujud di Klang, Malaysia, ketika korban Tetap internal kondisi hamil pada 25 Mei 2026.

Berdasarkan romansa Penduduk setempat Nan kemudian dikonfirmasi tim Nan disalurkan dan dikuatkan keterangan kepolisian, korban disinyalir merasakan penyiksaan beban hingga melahirkan seketika.

“Korban Tetap hamil, kemudian dikarenakan penyiksaan dan injakan itu korban melahirkan seketika. 

Setelah bayi lahir, menurut romansa Penduduk setempat Nan terkonfirmasi oleh kepolisian, bayi itu juga ikut diinjak-injak. Ini betul-betul sadis dan penuh kebiadaban,” ujar Haji Uma.

Di bawa ke Griya sakit

Menurut Beliau, bayi korban sempat terdeteksi masyarakat setempat dan kemudian diajak ke Griya sakit di Shah Alam, Selangor. 

Fana jasad Putri mutakhir terdeteksi di sebuah apartemen di Sepang, Malaysia pada 3 Juni 2026.

“Peristiwa pembunuhan itu sebenarnya pada 25 Mei 2026. Ibunya terdeteksi pada 3 Juni 2026 di sebuah apartemen di Sepang,” ucapan Beliau.

lafal juga: Jenazah PMI Korban Pembunuhan di Malaysia Dipulangkan ke Aceh Tamiang

Haji Uma berucap pihaknya mutakhir mendapatkan konfirmasi Formal mengenai identitas korban pada 20 Juni 2026. lagian tersangka, ucapan Beliau, mutakhir ditangani sehari sebelum itu, Merupakan pada 19 Juni 2026.

Kasus ini sekarang ditangani kepolisian Diraja Malaysia. Fana keluarga korban di Aceh Tamiang menanti perkembangan alur aturan Sembari mendapatkan kepulangan jenazah Putri. (mad)



By 7g36q

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *