Pemuda berinisial AA (18) tewas dikarenakan ulah geng di Jogja. Pengeroyokan Nan menyebabkan AA tewas menambah registrasi ulah sadis geng di wilayah DIY setelah kasus tewasnya pelajar di Bantul dan tindakan duel gladiator di Pakualaman purnama Maret Lampau.
terungkap AA tewas di tidak berjarak SMAN 3 Jogja pada Pekan (17/5) permulaan masa. Polisi telah menangkap 3 orang internal kasus ini dan Tetap memburu 3 pelaku lainnya.
“Alhamdulillah, berkat doa rekan-rekan Seluruh dan seluruh masyarakat, ciptakan pelaku pembacokan Nan di Kridosono, tadi subuh, Kasat Reskrim beserta jajaran bergabung juga berbarengan Jatanras Polda hasil melindungi tiga orang pelaku di wilayah Cilacap. Esa orang pelajar, dua orang telah Matang,” ujar Kapolresta Jogja, Kombes Eva Guna Pandia ketika ditemui di Mapolresta Jogja, Rabu (20/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Awalnya AA sempat dikira korban klitih, namun sehari setelahnya Polresta Jogja melindungi Kalau korban tewas dikarenakan dikeroyok Personil geng.
“Jadi kita tegaskan sekali lagi ini bukan klitih ataupun street crime,” ucapan Pandia ketika ditemui wartawan di Mapolresta Jogja, Senin (18/5).
Pandia berbisik keluaran pemeriksaan Fana peristiwa itu dipicu saling tantang antar dua geng Nan berujung penganiayaan. Adapun pelaku dan korban diperkirakan tergabung internal geng sekolah.
“Jadi itu bukan klitih. Itu Ialah diawali berbarengan tantang-tantangan dua geng. Tantang-tantangan dari dua geng sehingga peristiwa permulaan masa itu Eksis Nan meninggal,” tegasnya.
“Lukanya? Bermacam-macam, di dada, di samping sini (area perut) juga Eksis,” ujarnya.
Kasus Tewasnya Pelajar Bantul hingga Duel Gladiator
Sebelum kasus ini, Eksis dua kasus lain terkait geng di DIY Nan menyorot perhatian. Pertama kasus tewasnya pelajar di Bantul dan tindakan duel gladiator sebagai syarat melangkah keluar geng.
Ilham Dwi Saputra (16) Usul Pandak, Bantul ujungnya terungkap. Tujuh pelaku ternyata membunuh Ilham dikarenakan motif dendam antargeng.
terungkap, Ilham dikeroyok pada Selasa (14/4) sunyi. Ilham harus menjalani perawatan intensif dikarenakan luka Nan dideritanya, dan dinyatakan meninggal lima masa kemudian.
Polisi kemudian menangkap delapan orang berangsur. Adapun ketujuh tersangka masing-masing berinisial BLP (18) Penduduk Kretek Bantul, YP (21) Penduduk Bambanglipuro Bantul, JMA (23) Penduduk Pakualaman Kota Jogja, dan RAR (19) Penduduk Bantul. Kemudian AS (21) Penduduk Piyungan Bantul, ASJ (19), Penduduk Iba Bantul, AIF Penduduk Bambanglipuro, dan SGJ (19) Penduduk Mantrijeron Kota Jogja.
Ilham disiksa secara sadis ciptakan melampiaskan dendam dikarenakan bentrokan antargeng. Korban ditantang via media sosial hingga ujungnya dibunuh.
“Motifnya dendam. Jadi memang Eksis perselisihan sebelum itu,” ucapan Kapolres Bantul AKBP Bayu Puji Hariyanto kepada wartawan di Polres Bantul, Selasa (28/4/2026).
“JMA ini juga mengerjakan penusukan 14 kali terhadap korban memakai gunting Nan telah dipersiapkan dari Griya,” ujarnya.
sebelum itu lagi, Penduduk digegerkan berbarengan adanya dua pemuda Nan merasakan luka bacok. Keduanya ternyata dipaksa duel gladiator sebagai syarat melangkah keluar geng.
Duel berdarah antara dua Golongan pelajar terwujud di Pakualaman, Kota Jogja, Rabu (25/3) permulaan masa. Akibatnya dua orang merasakan luka bacok.
Ps Kasihumas Polresta Jogja Ipda Anton Budi Susilo menyebut kasus ini terungkap usai dua korban AP (18) dan RA (17) dilarikan ke RS Pratama dikarenakan mendapat luka bacokan pada Rabu (25/3).
Dari sana, didapati informasi Kalau mereka Ialah korban tindakan gladiatoran atau duel antar Golongan. tindakan gladiatoran itu merupakan syarat melangkah keluar dari geng.
“Menurut keterangan AP, bahwa RA dan MR (saksi) Nan diperkirakan ikut geng Vascal dan kedua orang tersebut Mau melangkah keluar geng namun oleh sesama Vascal Tak boleh melangkah keluar geng kalau belum Eksis perbaiki atau gladiatoran (duel),” papar Anton ketika dihubungi, Kamis (26/3/2026).
dikarenakan bentrokan itu, AP dan RA merasakan luka pas parah. AP merasakan luka bacok pada pundak kiri, lengan kanan kiri, dan jari jempol tangan kanan, dan sempat dirawat di RS Wirosaban.
lagian RA merasakan luka bacok pada dada samping kiri tembus paru-paru dan dirawat ke RS Pratama. Namun lantaran lukanya pas parah, RA dirujuk ke RS Bethesda Yogyakarta.
Halaman 2 dari 2
Simak Video “Video: saat elok Ekskavator Terobos Tenda Pesta Pernikahan Penduduk di Sleman“
[Gambas:Video 20detik]
(afn/afn)