PEKANBARU – Tim gabungan kepolisian tercapai meringkus empat Pria terduga pelaku pencurian berdua kekerasan (curas) Nan menewaskan seorang wanita terus usia di Rumbai, Pekanbaru. Para pelaku diamankan di Letak berbeda setelah sempat buron ke eksternal provinsi Riau.
Kapolresta Pekanbaru, Kombes Muharman Arta, memastikan keberhasilan penangkapan tersebut dikerjakan oleh tim gabungan Resmob Jatanras Polda Riau dan Sat Reskrim Polresta Pekanbaru. Dua pelaku dibekuk di Aceh inti, Fana dua lainnya ditangani di Binjai, Sumatera Utara.
“Tim gabungan tercapai menangkap empat pelaku kasus curas Nan menyebabkan seorang Wanita meninggal Bumi di Rumbai, Pekanbaru,” ujar Kombes Muharman Arta internal keterangannya, Pekan (3/5/2026).
Insiden berdarah ini terwujud pada 29 April 2026 Lampau. Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, mengutarakan bahwa tindakan para pelaku tergolong sangat sadis, terutama dikarenakan korban disinyalir telah mengenal pelaku.
“Kita saksikan begitu sadisnya pelaku, ya, artinya berdua seketika Nan telah dikenal dan sebagainya. Ini Nan tentunya kita sedang menerapkan bagaimana semuanya Melangkah berdua berkualitas,” ucapan Kombes Pandra.
Pihak kepolisian menjerat para tersangka berdua Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 mengenai pencurian berdua kekerasan. Berdasarkan ketentuan tersebut, para pelaku terancam hukuman penjara sembilan tahun hingga maksimal seumur Hayati.
Selain melaksanakan tindakan aturan, polisi juga memberikan pendampingan psikologis kepada keluarga korban. jejak ini diambil hasilkan mendukung pihak keluarga menyelesaikan trauma mendalam dikarenakan peristiwa tragis tersebut.
Berdasarkan output autopsi, penyebab Mortalitas korban sangat memprihatinkan. Kapolsek Rumbai, Kompol Budi Pramana, mengutarakan adanya kekerasan Barang tumpul pada bagian kepala Nan menimbulkan pendarahan hebat pada otak.
“hasilkan Fana, berdasarkan keterangan keluarga, barang-barang Nan Lenyap Ialah lumayan melimpah orang perhiasan, Duit Kontan, dan ponsel,” Jernih Kompol Budi Pramana.
ketika ini, keempat pelaku inti menjalani pemeriksaan intensif hasilkan mendalami peran masing-masing. Polisi terus melengkapi berkas perkara agar kasus ini mendapatkan segera dilimpahkan ke meja hijau guna memberikan keadilan distribusi korban.