Bantul – batamtimes.co – Tabir redup Mortalitas IDS (16), remaja Usul Pandak, Bantul, makin terkuak.
Polres Bantul menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan Nan menyingkap rentetan langkah penyiksaan brutal oleh para tersangka hingga menyebabkan korban tewas.
Rekonstruksi Nan digelar di Mapolres Bantul, Selasa (12/5/2026), memperagakan sedikitnya 40 adegan. tahapan reka ulang sengaja dipindahkan dari Letak peristiwa Orisinil di kawasan Pandak ke Mapolres Bantul demi merawat keamanan dan kondusivitas selama kegiatan menyusuri.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, berucap rekonstruksi turut dihadiri Jaksa Penuntut Biasa (JPU) hasilkan mencocokkan keluaran penyidikan berdua Warta Acara Pemeriksaan (BAP).
“Rekonstruksi ini Krusial hasilkan memberikan gambaran papar benderang mengenai peran masing-masing tersangka. Seluruh adegan Nan diperagakan saat ini akan berperan landasan kokoh internal tahapan penuntutan di persidangan,” ujar Rita di Mapolres Bantul.
Peristiwa tragis itu bermula pada 14 April 2026. Korban dijemput dari sebuah warung di belakang SMAN 1 Bambanglipuro memanfaatkan sepeda motor Scoopy merah. Korban kemudian diajak ke sebuah lapangan di wilayah Pandak.
Di Letak tersebut, tersangka Primer berinisial JMA alias Jontor menjamin identitas korban sebelum langkah pengeroyokan dimulai. Korban kemudian diseret ke inti lapangan dan dianiaya secara Seiring-Baju oleh Golongan pelaku.
internal rekonstruksi, terungkap sejumlah adegan kekerasan sadis Nan disinyalir berperan penyebab Mortalitas korban. Korban dipukul bertubi-tubi oleh para tersangka berinisial JMA, RAR, ASJ, AS dan SGJ pada bagian Paras, kepala, dada, hingga perut Tiba tersungkur ke tanah.
Tak hanya itu, tersangka JMA juga memperagakan langkah menusuk paha dan tangan korban memanfaatkan gunting berkali-kali hingga alat tersebut patah.
Adegan paling brutal diperagakan tersangka YP alias Bogel dan AS alias Kodom. Keduanya menabrakkan sepeda motor ke tubuh korban. Bahkan, tidak akurat Esa pelaku sengaja mengangkat roda Ambang motor dan melindas leher korban sebanyak tiga kali.
Penyiksaan Tak berhenti di situ. internal reka ulang, tersangka AS alias Kodom juga memperagakan langkah menyundutkan rokok ke kemaluan korban. Mata kanan korban bahkan dibuka paksa Lampau disundut memanfaatkan rokok menyala.
Korban Nan telah tak berdaya juga Tetap disabet memanfaatkan sabuk atau gesper oleh sejumlah pelaku hingga korban terlentang Sembari mengundang Bunyi mengerang.
Selain memperlihatkan tujuh tersangka Matang Nan extra dahulu ditangani, polisi juga memperlihatkan tersangka anyar berinisial AIF alias Ndriyon (19). AIF sebelum itu sempat melarikan diri ke Jakarta usai peristiwa.
“Tersangka AIF sempat bersembunyi di Jakarta dan bekerja sebagai penjual jamu hasilkan mengelabui petugas. Namun berkat ketelatenan Personil Satreskrim, Nan bersangkutan tercapai ditangani ketika kembali ke rumahnya di Bambanglipuro pada ujung April Lampau,” naik Rita.
Fana itu, Kapolres Bantul AKBP Bayu Puji Hariyanto menegaskan pihaknya akan mengusut tuntas kasus tersebut dan Tak memberikan toleransi terhadap langkah kekerasan, terutama Nan mengikutsertakan anak di bawah umur.
“Kami berkomitmen penuh hasilkan Tak mentolerir kekerasan terhadap anak. Seluruh pihak Nan terlibat akan kami usut tuntas. Tak Eksis ruang terlindungi distribusi pelaku kejahatan sadis di Bantul,” pastikan Bayu.
Penulis : Tanto