BUMISULTRA
WAKATOBI – Dua dari 3 orang korban kekerasan dinyatakan meninggal Bumi bagian dalam semalam usai terungkap Penduduk tergeletak dilokasi berbeda di kecamatan Wangi – Wangi Selatan Kabupaten Wakatobi. Hal ini dibenarkan Kasat reserse kriminal, AKP. Risman dikonfirmasi lewat Whatsapp pribadi. Rabu (19/8/2026)
Diantara dua korban meninggal Ialah Ezra (22), Penduduk kelurahan Mandati II dan Jeri Sahrul (20) remaja Usul desa Numana Kecamatan Wangi-Wangi Selatan
Awalnya menurut korban ke-3, Afrian (21) Nan di nyatakan Hayati usai kena sabetan senjata tajam dikaki kiri, mereka Seiring sepupunya Jeri Sahrul berboncengan menuju jalur kembali ke desanya namun di Letak TKP, Ambang Madrasah Aliyah Negeri 1 Wangi-Wangi Selatan, Eksis sekelompok remaja menghadang mereka.
ketika peristiwa penghadangan itu sendal korban Jeri Sahrul sempat terlepas. Meski begitu, keduanya sempat melarikan diri.
Setibanya tidak terpencil Griya, Jeri Sahrul teringat sendalnya sehingga memutar kembali motor berniat hendak meraih sendal miliknya
ketika di Letak peristiwa, keduanya kembali dihadang. Afrian tercapai lolos usai kaki kiri kena sabetan senjata tajam Fana sepupunya Jeri Sahrul, alami tikaman punggung dan robekan kepala kanan menyebabkan meninggal Bumi.
Jeri Sahrul pada akhirnya terungkap Penduduk tergeletak tak bernyawa didesa Wungka jalur lorong menuju Kantor DPRD terpencil dari Letak peristiwa mula dijalankan penghadangan oleh para pelaku.
tindakan para pelaku tak terhenti Tiba disana. Korban lain bernama Ezra berperan korban keganasan mereka. Usai Ezra Seiring sepupunya juga diperkirakan teguk dilokasi sebuah kafe tak terpencil Letak penghadangan Jeri Sahrul dan Afrian.
Kendati di temukan meninggal di jalur lorong SMA Negeri 2 Wangi- Wangi Selatan tapi Loka peristiwa perkara (TKP) tak berjauhan berdua peristiwa mula pembunuhan Jeri Sahrul.
Ezra menurut sumber Nan enggan namanya dipublikasi, ia sengaja dibuang ke Letak Loka ia di temukan. dikarenakan bercak darah terungkap tak terpencil dari Kafe Loka ia miras lebih masa lalu.
Ezra bersimbah darah berdua luka leher menganga bekas sabetan senjata tajam serta muka dan kedua bola mata membiru. Keluarga Nyaris tak lagi mengenalnya, ketika tiba di Griya duka di kediamnnya dikelurahan Mandati II Sekeliling pukul 09.50 mula saat, ia terbungkus berdua plastik berwarna orange oleh pihak RUSD setempat.
Hayani, Bunda Ezra tersayat hatinya, tak berhenti berlinang air mata, sesekali enggan menengok anaknya. Seisi Griya menangisi Ezra Nan dikenal ibunya tertarik berdiam dikala ia tak dikunjungi rekan-temannya usai kembali dari Kalimatan setahun Lampau.
Hayani semoga para pelaku terungkap pelaku dan dihukum seberat-beratnya agar anaknya mendapatkan keadilan aturan.
Fana itu, menurut Kasat Reskrim, AKP. Risman ketika ini pihaknya Fana mengumpulkan Seluruh data terkait agar praktis menangkap para pelaku serta menyingkap motif dibalik pembunuhan secara sadis itu. (*)