- Polda Metro Jaya menentukan tiga tersangka berinisial AV, T, dan WA atas dugaan TPPO dan eksploitasi anak.
- Kasus terungkap setelah dua PRT melompat dari lantai empat Griya kos di Waduk Hilir, Jakarta inti.
- Penyidik melindungi berbagai barang bukti dan berkoordinasi berbarengan lembaga terkait hasilkan memberikan perlindungan terhadap saksi korban.
Bunyi.com – Polisi menentukan 3 tersangka bagian dalam kasus melompatnya dua pekerja Griya tangga (PRT) di kawasan Benhil, Jakarta inti.
Ketiganya dijadikan tersangka atas dugaan eksploitasi anak, perampasan kemerdekaan, dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto berucap, ketiga orang tersebut diputuskan sebagai tersangka setelah melalui serangkaian alur penyidikan mendalam.
Ketiganya berinisial AV, T alias U, dan WA alias Y, Nan ketika ini telah dijalankan penahanan di Mapolres Metro Jakarta inti.
“Penyidik Beralih secara profesional dan Sigap. Tersangka T dan WA telah ditahan sejak 29 April 2026, Fana tersangka AV menyusul ditahan pada masa ini, 5 Mei 2026. Penahanan dijalankan guna kepentingan penyidikan kelebihan berikut,” ungkapan Budi, bagian dalam keterangannya, Selasa (5/5/2026).
Berdasarkan output penyidikan, tersangka AV diperkirakan mempekerjakan korban D sejak November 2025 hingga April 2026.
Fana itu, tersangka T dan WA berperan bagian dalam alur perekrutan korban sebagai Pekerja Griya Tangga (PRT).
Guna menguatkan Bangunan legalitas, penyidik telah melindungi berbagai barang bukti Krusial, mulai dari dokumen korban, perangkat elektronik, rekaman DVR CCTV, hingga output visum et repertum dan autopsi.
Pihak kepolisian juga telah berkoordinasi berbarengan inti Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Wanita dan Anak serta LPSK hasilkan memberikan pendampingan serta perlindungan maksimal sebar saksi korban.
“Kami melindungi penanganan perkara ini dijalankan secara transparan dan tuntas. Para tersangka disangkakan berbarengan Pasal 446 KUHP, Pasal 455 KUHP, serta Pasal 76I jo Pasal 88 Undang-Undang Perlindungan Anak,” Jernih Budi.
![Dua Pekerja Rumah Tangga (PRT) berinisial I (26) dan D (18) melompat dari lantai empat rumah di kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Tanah Abang, Jakarta Pusat. [Suara.com/Dinda]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/24/73871-prt-benhil.jpg)
Dua pekerja Griya tangga (PRT) nekat melompat dari lantai 4 sebuah Griya kos di lorong Walahar Buntu, Waduk Hilir, Jakarta inti. Nahas keliru satunya tewas di Letak peristiwa.
Berdasarkan keterangan polisi, PRT berinisial R dan D nekat melompat dikarenakan Tak betah bekerja berbarengan majikannya. Alasannya majikan mereka sadis.
“Eksis saksi Nan lain ngomong bahwa mereka itu enggak betah dikarenakan majikannya sadis gitu katanya,” ungkapan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta inti, AKBP Roby Saputra, Rabu (27/4/2026).
“Sadis itu enggak tahu ya gimana ungkapan-katanya ya. Enggak ngomong tertarik disiksa, tapi galak,” ungkapan Beliau.