Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com, M Rifqi Ibnumasy 

Ringkasan Warta:

  • Pelaku mutilasi sadis berinisial S (26) ternyata telah tinggal di sebuah Griya kontrakan di Cipayung Jaya, Depok, selama 6 hingga 7 rembulan tak memakai pernah melapor ke pengurus RT.
  • Ketua RT 03/RW 05, Aris, mengatakan bahwa pelaku sempat diingatkan ciptakan menyerahkan KTP dan KK sejak mula Ramadan, namun setiap saat mangkir berdua alasan sibuk bekerja dari pagi hingga gelap.
  • Pelaku sempat mengaku tinggal Seiring seorang rekan dan berencana mengakses Upaya kuliner. Kasus ini saat ini ditangani Polda Metro Jaya.

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CIPAYUNG – bukti mutakhir terungkap bagian dalam kasus mutilasi sadis Nan menimpa K (51), cowok Nan jasadnya terungkap tak memakai kaki di bagian dalam karung di lorong Raya Kavling, Pancoran Mas, Kota Depok, Selasa (4/8/2026) sore.

​Pelaku berinisial S (26), Nan diamankan Tim Subdit Resmob Polda Metro Jaya di Pandeglang, Banten, pada Rabu (5/8/2026) mula masa, ternyata belum pernah melapor ke pengurus lingkungan setempat selama menempati Griya kontrakan.

Griya kontrakan pelaku berada di lorong Belimbing RT 03/RW 05, Kelurahan Cipayung Jaya, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, Letak Nan dijadikan Loka mengeksekusi korban.

lafal juga: Sebelum Kabur ke Banten, Pelaku Mutilasi Mayat bagian dalam Karung di Depok Sempat Pamit ke Tetangga

Ketua RT 03/RW 05 Cipayung Jaya, Aris, mengemukakan bahwa pelaku dan Esa rekannya (bukan korban) telah tinggal di kontrakan tersebut selama susut extra 6 hingga 7 rembulan. 

Kendati telah diimbau ciptakan menyerahkan catatan kependudukan, keduanya tak kunjung menyerahkannya hingga peristiwa pembunuhan ini terbongkar.

Aris menegaskan, pelaku Tak tinggal Seiring korban, namun mereka kerap Berjumpa. 

​”Masa kali pertama keliling kegiatan Ramadan Sekeliling 6-7 rembulan Lampau, Saya berjumpa mereka dan memperingatkan ciptakan berita membawa KTP dan KK,” ucapan Aris di Letak, Rabu (5/8/2026). 

“Tapi Tiba peristiwa ini, mereka belum sempat berita berdua alasan berangkat pagi kembali gelap,” sambungnya. 

​Aris mengatakan, ketika kali pertama ditanya, baik pelaku maupun rekannya mengaku tinggal berdua atas Asas pertemanan dan berniat mengakses Upaya kuliner di pinggir lorong tidak terpencil kontrakan mereka.

​”Mereka ngakunya berteman, mau Upaya bareng, kalau Tak keliru ketoprak atau martabak,” tambahnya. 

​Selama menetap, Tak Eksis desas-desus atau laporan keributan dari Penduduk Sekeliling. Meski begitu, menurut keterangan tetangga terdekat, penghuni kontrakan tersebut dikenal tidak ada dan kecil bersosialisasi.

​Atas insiden ini, pihak RT menegaskan akan menjadikannya sebagai bahan Penilaian serius ciptakan memperketat pendataan serta monitoring terhadap Penduduk pendatang atau pengontrak di wilayahnya.

​ketika ini, pihak Kepolisian Tetap mendalami motif di kembali tindakan pembunuhan sadis tersebut, Fana pelaku S telah dikendalikan di Mapolda Metro Jaya ciptakan pemeriksaan extra berikut. (m38)

 



By 7g36q

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *