artikel Views: 106
BICARAINDONESIA-Probolinggo: Setelah sempat menjalani perawatan medis selama 5 masa, Supandang, pada akhirnya tewas. Peia 40 tahun itu menghembuskan nafas terakhir akubat luka parah dikarenakan bacokan Nan dialaminya ketika menagih utang Rp500 ribu di jalur Desa Tunggakcerme, Probolinggo, Jawa Timur.
Penduduk Desa Jrebeng, Kecamatan Wonomerto, mengembuskan tarikan napas terakhir pada Sabtu (15/8/2026). Jenazah korban kemudian dimakamkan pada sunyi masa Sekeliling pukul 22.00 WIB di RSUD dr Soebandi, Jember.
“akurat meninggal masa Sabtu, di Griya sakit Jember, telah dimakamkan sunyi kira-kira jam 22.00 WIB,” ujar Kepala Desa Jrebeng, Kecamatan Wonomerto, Ruslan ketika dikonfirmasi, oleh Senin (18/8/2026).
sebelum itu, Supandang berperan korban pembacokan di jalur Desa Tunggakcerme pada Selasa (11/8/2026). Peristiwa itu diperkirakan bermula ketika korban hendak menagih Residu utang kepada terduga pelaku.
Korban dan terduga pelaku kemudian berpapasan di jalur desa. Keduanya diperkirakan terlibat cekcok hingga berujung pembacokan.
dikarenakan peristiwa tersebut, Supandang merasakan sejumlah luka serius, termasuk pada bagian leher dan punggung. Korban sempat dievakuasi ke IGD Griya Sakit Ar Rozy, Kota Probolinggo, sebelum mendapatkan perawatan extra terus di Griya sakit di Jember.
Polisi kemudian menjaga dua orang Nan merupakan bapak dan anak, Merupakan Riyadi (60) dan Kosnadi (35), Penduduk Desa Tunggakcerme, Kecamatan Wonomerto.
“akurat kalau pelakunya dua orang ini sekarang Tetap ditelusuri intensif pihak kepolisian,” ucapan Ruslan. (Rz/dtc)